Home » , » Hadits tentang Tingkah Laku Tercela

Hadits tentang Tingkah Laku Tercela

Sebagaimana telah dikemukakan artikel terdahulu tentang Tingkah Laku Terpuji (Akhlaq), bahwa kajian tentang tingkah laku berkenaan dengan kajian akhlaq. Kajian akhlaq membahas tentang tingkah laku yang terpuji dan tingkah laku yang tercela. Kali ini akan dibahas tentang tingkah laku yang tercela

Pada dasarnya sifat-sifat tercela dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu maksiyat lahir dan maksiyat bathin. Maksiyat lahir ialah segala sifat yang tercela yang dikerjakan oleh anggota lahir seperti tangan, mulut, mata dan lain sebagainya. Sedangkan maksiyat bathin ialah segala sifat yang tercela yang diperbuat oleh bathin, yaitu hati.[1] 

Kata maksiyat berasal dari Bahasa Arab, maksiyat, artinya pelanggaran oleh orang yang berakal-baligh, (istilah fiqh) terhadap perbuatan yang dilarang, dan meninggalkan pekerjaan yang diwajibkan oleh syari’at islam.[2] Kalau demikian, maka maksiyat itu meliputi maksiyat terhadap Tuhan, terhadap sesama manusia dan terhadap lingkungan.
Hadis Nabi mengatakan :
حديث ابى هريرة رضى الله عنه : ان رسول الله صلى الله عليه و سلم. قال : اياكم واظن, فان الظن اكذب الحديث, ولا تحسسوا, ولا تجسسوا, ولا تناجشوا, ولا تحاسدوا, ولا تباغضوا, ولا تدابروا, وكونوا عباد الله اخوانا.[3]
Artinya:”Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah saw. Bersabda : Berhati-hatilah kalian dari sangka-sangka, sebab sangka itu sedusta-dusta cerita (berita), dan jangan menyelidiki, dan jangan memata-matai (mengamati) hal orang, dan jangan menawar untuk menjerumuskan orang lain, dan jangan hasud menghasud, dan jangan benci membenci dan jangan belakang membelakangi dan jadilah kalian sebagai hamba Allah itu bersaudara. 
Dari Hadis di atas ada beberapa sifat yang termasuk sifat tercela yaitu; buruk sangka, menyelidiki hal orang lain, memata-matai orang lain, menawar supaya menjerumuskan orang lain, Hasud menghasud, saling membenci dan saling membelakangi.

Penulis mengajak pembaca untuk mengenali tingkah laku tercela di atas. Memberitahun kepada yang belum mengetahui dan Mengingatkan kepada yang paling pengetahui, Agar terhindar dari segala sifat yang tercela tersebut. Amin...

sourches:

[1] Asmaran AS, Pengantar Study Akhlaq, (Jakarta : Rajawali Prees, 1992), hlm. 183
[2] A.Mukti Ali, Etika Agama Dalam Pembentukan Kepribadian Nasional Pemberantasan Kemaksiyatan Dari Segi Agama Islam, (Jogyakarta : Yayasan Nida, 1971), hlm.19.
[3] Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqi, Al-Mu’jam al-Mufahras li al-Faz al-Quran al-Karim, (Indonesia: Maktabah Dahlani, T.th), Juz  II, hlm. 190
 
Bagikan Topik ini:

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menambahkan komentar bro...