Cinta Sesama Muslim Sebahagian dari Iman

Kajian tentang "Cinta Sesama Muslim adalah Sebagian dari Iman" berikut hadistnya akan di terangkan dibawah ini, kajian ini merupakan poin selanjutnya dari artikel-artikel yang lalu setelah kajian tentang Rasa Malu Sebagaian dari Iman dan mengenai pengertian Iman itu sendiri dapat dibaca pada Pengertian Tentang Iman, Islam dan Ikhsan.
Penjelasan
Manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat hidup secara sendirian, mereka harus hidup secara bermasyarakat, karena antara satu dengan lainnya harus saling membutuhkan. Kehidupan yang harmonis di dalam masyarakat harus dibina dengan baik, supaya kehidupan mereka berjalan dengan baik dan wajar. Agar hal tersebut terwujud maka sesama antara mereka harus ada rasa saling tenggang rasa dan saling sayang menyayangi antara satu dengan lainnya.
Nabi Muhammad SAW bersabda :
عن ابي موس عن النبى صلى الله عليه وسلم , قال: ان المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا, وشبك اصابعه.[1]
”Hadis dari Ab­­ M­­sa. Nabi SAW bersabda ; Seorang mukmin terhadap sesama mukmin bagaikan satu bangunan yang setengahnya menguatkan setengahnya, Lalu, Nabi SAW mengeramkan jari-jarinya”.
Hadis di atas menggambarkan bahwa orang-orang muslim seperti sebuah bangunan. Sebuah bangunan yang terdiri dari benda-benda yang besar dan yang kecil, yang ringan dan yang berat, saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain. Saling berkaitan dan menopang, sehingga berdirilah suatu bangunan yang kokoh.
Demikian juga halnya dengan masyarakat muslim dimanapun berada. Mereka harus saling menyayangi dan saling mencintai. Diantara mereka terdiri dari berbagai golongan dan tingkatan, ada yang kaya dan miskin, ada yang kuat dan ada yang lemah, ada berkulit putih dan ada yang hitam, dan lain sebagainya. Rasa cinta dan menyanyangi muncul dari sikap menghargai, saling bersatu, saling tolong menolong. Yang kaya harus menolong yang miskin, yang kuat menolong yang lemah, karena si kaya tidak akan hidup dengan kekayaannya tanpa bantuan si miskin, demikian juga sebaliknya, si miskin tidak akan dapat hidup tanpa bantuan si kaya yang memiliki harta.
Rasa saling menghargai, sayang menyayangi dan saling mencintai di dasari dengan satu aqidah (iman) terhadap Allah SWT. Hadis rasul mengatakan :
لا يؤمن احدكم حتى يحب لاخيه ما يحب لنفسه [2]  
”Tidak beriman salah seorang kamu hingga mencintai saudaranya, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”.
Hadis di atas menjelaskan mencintai sesama muslim di dasarkan dengan iman, artinya iman merupakan alat perekat (pengikat) antara muslim yang satu dengan muslim yang lainnya.
 


[1] Muhammad Fuad Abd al-Baqi, al-Lu’lu wa al-Marjan, (Beir­­t : Maktabah al-Ilmiyah, T.th), juz . I, hlm.9.
[2] Ibid.,

0 Response to "Cinta Sesama Muslim Sebahagian dari Iman"

Posting Komentar

Kritik dan sarannya dipersilahkan...! No pising, no spam, tidak singgung sara.... :)
"bagikan komentar berpahala, tidak berkomentar tidak berdosa."