Cita-Cita Mulia Yayasan Darul Hasan Padangsidimpuan - Full Day and Boarding School

Padangsidimpuan, Anshar Nasution - Yayasan Darul Hasan tampaknya dalam mengelola pendidikan tidak mau setengah-setengah, yayasan yang dipimpin H. Edi Hasan Nasution, Lc beserta jajarannya telah fokus habis biar sekolah dapat diperhitungkan. Detik demi detik otak pembina terus berputar bagaimana mewujudkan impian yang telah lama dalam pikiran. Melihat kondisi sekarang dan  mengikuti perkembangan kedepan sekolah kita masih sangat membutuhkan ruang belajar, yakni untuk TK 6 lokal SD 20 SMP 12 SMA 12 SMK 24. Mewujudkan ini yayasan memasang kiat yang dinilai jitu untuk saat ini. Bagi para pihak ketiga/ pemodal/ Pengusaha P. Sidempuan, Tapanuli Selatan, yang ingin investasi dapat menanam modal di Darul Hasan, caranya dana anda yang ditanamkan di yayasan bagimana sebuah bank memberi manfaat, Darul Hasan juga akan memberi atau mengikuti irama perbankan, investasi syari’ah atau bagi hasil, ujarnya. Kita dalam hal ini penuh tanggung jawab dalam menerima dana pihak ketiga. MOU-nya lengkap dihadapan notaris, dia menambahkan. Hanya dengan kiat demikian Darul Hasan dapat membangun lokal yang dimaksud. Nilai totalnya diperkirakan Rp. 20 Milyar. Bila ini dapat dibangun rasanya untuk kebutuhan ruang belajar sudah mencukupi.
Darul Hasan Padangsidimpuan
Yayasan Darul Hasan - Sekolah Islam Terpadu PAUD-TK-SD-SMP-MDT Full Day and Boarding School
Jl. Oppu Huta Tunjul Huta Imbaru Padangsidimpuan

Disamping kelola Pendidikan secara Profesional juga ingin bahagiakan Lansia/Jompo

Ide cemerlang yang digagas Darul Hasan kedepan disuatu kawasan yang asri adalah ingin membahagiakan para orang tua yang telah lanjut usia/jompo. Disini akan kita bangun tempat bernaung mereka yang tidak hanya layak tapi terkesan mewah. Tempat bermain atau sekedar ingin berkebun untuk melepaskan kegalauan atau menghabiskan hari tua. Hari-hari mereka dihabiskan dengan penuh kedamaian, keceriaan, kebahagiaan tapi dalam koridor Islami. Sambil mengaji disini dan menetap di kawasan kita tutur Edi Hasan.
Bagi masyarakat P. Sidimpuan/ Tabagsel yang memiliki orangtua dan ingin memanfaatkan jasa ini, dalam hal ini, inilah program Darul Hasan.

Ikutkan pemodal investasi dengan sistem syari’ah.

Adapun sela-sela bisnis yang dapat dikelola secara profesional bagi para pemodal yang berminat adalah: transportasi, kantin, loundry, asrama, salon, doorsmeer, swalayan, pasar tradisional masyarakat sekitar. Semua potensi di atas dikelola secara profesional dan membawa manfaat kepada yayasan dan pada akhirnya kesejahteraan guru akan meningkat. Kalau kami meniru gaya manajemen Darut Tauhit milik AA Gym di Bandung Jawa Barat, inilah yang akan kami terapkan. Mencontoh yang baik itukan boleh, ujarnya.
Bukan sekedar angan dan memang kebutuhan. Lokasi sekitar sekolah kita kalau bisa 10 hektar itu mesti sama kita. Itu nanti kita prioritaskan tempat laboratorium perbengkelan, praktek pertanian, aula, musholla, dan kebutuhan lainnya yang mendukung keberadaannya. Sambil mengaji, berusaha, dan berbisnis inilah yang disuruh. Darul Hasan nanti akan terapkan tanpa hilang jati diri ulama, kita tata mereka biar memiliki kemampuan hidup yang layak. Selama ini kita prihatin, terinspirasi saya di Eropa, do’akan ini menjadi kenyataan, katanya kepada Sumteng Pos. 
Jaring halus Darul Hasan tampaknya menyapu sekitar Padangsidimpuan/ Tabagsel. Dari TK ia menerima murid hingga Lansia. Kalau anak TK diajari bermain dan bernyanyi serta ayat-ayat pendek. Kalau orangtua/ Lansia dilayani penuh kasih sayang bak orangtua. Pakaiannya diurus dan diberikan kebebasan bagai di rumah sendiri.
Optimisme tetap kental di hatinya, tinggal meyakinkan pihak-pihak yang berkaitan dengan ini bukan perkara mudah. Tapi dari sikon di lapangan terbukti aktifitas sekolah sudah kelihatan. Itulah alamatnya Jl. Huta Tunjul Hutaimbaru Padangsidimpuan.

0 Response to "Cita-Cita Mulia Yayasan Darul Hasan Padangsidimpuan - Full Day and Boarding School"

Posting Komentar

Kritik dan sarannya dipersilahkan...! No pising, no spam, tidak singgung sara.... :)
"bagikan komentar berpahala, tidak berkomentar tidak berdosa."