Ciri Seorang Muslim dalam Kehidupan Sosial


Seorang muslim mempunyai ciri-ciri tertentu dilihat dari kehidupan sosial bermasyarakat. Beberapa hadis di bawah ini akan menjelaskan beberapa ciri-ciri itu. Terutama seorang muslim yang dibekali dengan iman, Hadis rasul mengatakan :
حديث ابى موس رضى الله عنه قال: قالوا يا رسول الله, اي الاسلام افضل؟ قال: من سلم المسلمون من لسانه و يده.[1]
”Hadis dari Abi Mu­sa berkata : Sahabat bertanya, Ya Rasulullah, Apakah yang utama dalam Islam ?, jawab Nabi SAW ; orang muslim adalah siapa yang dapat selamat (dari kejelekan) dari lidah dan tangannya”.
Menyakiti dengan lidah artinya menyakiti dengan perkataan. Umpamanya, memfitnah, mengolok-olok dan lain sebagainya. Hadis Nabi mengatakan :
حديث عبد الله ابن مسعود ان نبى صلى الله عليه و سلم, سباب المسلم فسوق و قتاله كفر.[2]
”Abdullah ibn Mas’ud, r.a, Berkata : Nabi SAW bersabda ; memaki orang muslim itu fusuq, dan memeranginya berarti kafir”.
Menyakiti dengan tangan artinya, menyakiti orang lain dengan perbuatan, seperti memukul orang lain, atau merintangi jalan umum, tempat orang umum berlalu lalang, atau pun saling membunuh antara satu dengan lainnya, seperti Hadis rasul mengatakan :
حديث جرير ابن النبى صلى الله عليه و سلم قال فى حجة الوداع, استنصب الناس فقال: لا ترجعوا بعدى كفارا يضرب بعضكم  بعض.[3]
”Jarir r.a, berkata : Ketika Hujjatul wada’, Nabi SAW, menyuruhnya supaya memanggil orang-orang untuk mendengar khutbah Nabi SAW. Lalu Nabu SAW bersabda : “Janganlah kalian kembali sepeninggalku menjadi kafir, karena setengah kamu memenggal leher setengahnya”.
Pada sisi yang lain, dapat memberikan pandangan yang tidak mengenakkan bagi orang lain, seperti yang dikatakan rasul :
لا يحل المسلم ان يشير الى اخيه بنظرة تؤذيه.[4]
”Tidak halal seorang muslim mengisyaratkan kepada saudaranya (sesama muslim) dengan pandangan yang dapat menyakitkan”.
Dari Hadis di atas menunjukan bahwa dengan pandangan yang menyakitkan hati saja tidak dibenarkan apalagi menyakiti dengan perbuatan. Lalu Hasby ash-Siddiqy menyimpulkan tanda-tanda Muslim yang benar adalah :
  1. Tidak mengganggu manusia, baik dengan tangannya, maupun dengan lidahnya.
  2. Berserah diri kepada Allah
  3. Tidak melalaikan kewajiban dan selalu memperhatikan perintah dan larangan-Nya. Dengan kata lain, selalu melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan. Menyeru kepada perbuatan yang bajik dan meninggalkan perbuatan yang mungkar. Mencari rezeki yang halal dan selalu memberi manfaat bagi sesama manusia.[5]
Dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa begitu pentingnya untuk menjaga kerukunan hidup bersama sesama muslim dengan tidak saling menyakiti satu dengan lainnya, baik melalui perkataan ataupun perbuatan. Hal ini mempunyai hikmah supaya terjaga persatuan dan kesatuan sesama muslim dan mereka hidup dengan damai dan tentram. Apabila terjadi sebaliknya saling menyakiti, akan muncul rasa dendam berakibat retaknya tali persatuan dan persaudaraan serta sehingga ciri-ciri sebagai seorang muslim tidak melekat pada diri mereka.


[1] Muhammad Fuad Abd al-Baqi, al-Lu’lu wa al-Marjan, (Beiru­t : Maktabah al-Ilmiyah, T.th), juz . I, hlm.9.
[2] Ibid., hlm.13 lihat juga Q.S. Al-Maidah: 54. Ali-Imran: 30
[3] Ibid., hlm.14
[4] Hadis ini diriwayatkan Ibn Mubarak dari Hamzah ibn Ubaid, dapat dilihat pada kitab Ihya Ul­m ad-Din, Juz. IV, hlm. 8
[5] T.M. Hasbi as-Siddiqy, Al-Islam I, (Semarang : Pustaka Rizki Putra, 1998), hlm. 32

0 Response to "Ciri Seorang Muslim dalam Kehidupan Sosial"

Post a Comment

Kritik dan sarannya dipersilahkan...! No pising, no spam, tidak singgung sara.... :)
"bagikan komentar berpahala, tidak berkomentar tidak berdosa."